Perayaan Ekaristi Rabu Abu sekaligus misa pembukaan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada Rabu, 18 Februari 2026, di Hall Student Center Gedung Slamet Rijadi. Perayaan yang mempertemukan dua momen penting ini dipimpin oleh dua imam, yakni Romo Markus Nurwidi Pranoto, PR dan Romo Kamilus Demo Bakang, SVD, serta dihadiri oleh Bapak Rektor, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Dengan dukungan sejumlah prodiakon, seluruh rangkaian liturgi mulai dari pelayanan komuni hingga pembagian abu dapat berlangsung dengan khidmat dan tertib.
Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Nur Widi, keistimewaan tanggal 18 Februari disoroti sebagai pertemuan tiga momen bermakna sekaligus: Hari Valentine sebagai perayaan kasih sejati, Tahun Baru Imlek Tahun Kuda Api sebagai simbol kekuatan dan semangat, serta Rabu Abu yang pada tahun ini bertepatan dengan pembukaan semester genap. Ketiga momen tersebut dipandang sebagai undangan bagi seluruh civitas akademika untuk menghidupi cinta dan energi secara lebih terarah kepada Allah, bukan kepada hal-hal yang bersifat sementara. Seruan Nabi Yoel dalam bacaan pertama untuk mengoyakkan hati dan bukan pakaian pun dijadikan penguat bahwa pertobatan sejati harus berakar dari dalam diri, bukan dari penampilan luar semata.
Melanjutkan pesan tersebut, makna abu yang dioleskan dalam tanda salib di dahi turut dijelaskan secara mendalam. Abu dipahami sebagai tanda kefanaan yang mengingatkan manusia untuk merendahkan hati dan tidak menyombongkan diri. Oleh karena itu, tanda salib dengan abu dimaknai sebagai tiga hal sekaligus: ungkapan sesal dan tobat atas dosa, lambang perlindungan salib Kristus dari kuasa gelap, serta pengarah seluruh daya hidup manusia kepada Allah.

Bertolak dari makna tersebut, empat laku tobat konkret yang dirangkum dalam 2D2K — Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian — disampaikan sebagai panduan menjalani masa prapaskah. Doa dijalankan dengan semakin tekun memohon rahmat penyesalan dan pertobatan, sementara Derma diwujudkan melalui Aksi Puasa Pembangunan dengan menyisihkan dana selama berpuasa ke dalam kotak APP. Kurban dijalankan melalui puasa dan pantang yang diperluas tidak hanya dari makanan, tetapi juga dari kebiasaan yang digemari seperti penggunaan gawai berlebihan, bergosip, dan mengeluh, sedangkan Kesaksian dihidupi dengan dijaganya integritas antara kata dan tindakan serta sikap inklusif dan humanis terhadap sesama.
Sebagai penutup perayaan, doa dipanjatkan secara khusus oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta agar seluruh civitas akademika dapat menjalani semester genap dengan semangat, terhindar dari kemalasan, dan semakin menghidupi nilai-nilai unggul, inklusif, humanis, serta berintegritas. Perayaan kemudian ditutup dengan berkat perutusan yang di dalamnya umat diajak untuk memuliakan Tuhan melalui kehidupan sehari-hari. Momentum Rabu Abu dan pembukaan semester ini diharapkan menjadi titik awal yang penuh rahmat bagi seluruh civitas akademika dalam menjalani panggilan akademis dan panggilan iman secara beriringan.

