Layanan & Program
Pengembangan Kepribadian & Karakter

Membentuk mahasiswa berintegritas, matang secara emosional, dan berkarakter kuat berlandaskan iman.

LDPKM

Latihan Dasar Pengembangan Kepribadian Mahasiswa

Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah.

Lao Zi

Pengantar

Pengantar dan Penjelasan

01Peziarahan

Manusia adalah mereka yang senantiasa berziarah mengarungi luasnya kehidupan untuk mencapai tujuannya, dan pendidikan di perguruan tinggi adalah salah satu tahapan penting dalam peziarahan tersebut. Lao Zi, seorang filsuf dari Tiongkok, pernah berkata bahwa perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah. Langkah awal ini penting, namun tidak jarang terasa menakutkan karena dibayangi oleh ketidaktahuan akan seberapa panjang dan melelahkannya perjalanan yang akan ditempuh.

02Pengertian

LDPKM adalah kegiatan pembentukan kepribadian yang diselenggarakan oleh UAJY sebagai bagian dari proses orientasi dan pengembangan diri mahasiswa. Kegiatan ini bersifat wajib dan merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mempersiapkan langkah awal kehidupan di perguruan tinggi, yaitu membangun pengenalan diri yang positif, mengembangkan kepribadian yang utuh, dan menginternalisasikan nilai Unggul, Inklusif, Humanis, dan Berintegritas yang menjadi roh kehidupan kampus UAJY. Melalui LDPKM, mahasiswa diharapkan memasuki kehidupan kampus dengan bekal karakter yang kokoh sejak awal masa studinya.

UnggulInklusifHumanisBerintegritas
03Pendekatan Apresiatif

Melalui pendekatan Appreciative Inquiry (AI), mahasiswa diajak untuk berfokus pada kekuatan dan potensi terbaik diri mahasiswa, yaitu menemukan, merangkai, dan mewujudkan visi hidup yang bermakna demi menciptakan kreativitas dan inovasi dalam mencapai tujuan. Modul ini disusun sebagai panduan bagi dosen pendamping dan asisten pendamping dalam memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan LDPKM 2026, mencakup lima tahap AI (Definition, Discovery, Dream, Design, Destiny), tata tertib, doa-doa pengiringan, serta lampiran pendukung. Setiap unsur dalam modul ini disusun agar dapat digunakan secara praktis oleh Dosen Pendamping maupun Asisten Pendamping di lapangan.

01
Definition
02
Discovery
03
Dream
04
Design
05
Destiny
04Inspirasi Psikologi Positif

Pendekatan Appreciative Inquiry ini terinspirasi dari pemikiran David Cooperrider mengenai pentingnya psikologi positif yang berfokus pada kekuatan diri untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam mencapai tujuan. Mahasiswa tidak diajak berfokus pada kelemahan diri, melainkan memimpin dirinya sendiri (leadership) untuk mengelola seluruh kekuatan yang dimiliki (manajemen) demi mewujudkan visi hidup yang telah dirangkai (dream). Dengan cara ini, mahasiswa terhindar dari kecenderungan larut dalam kelelahan mental akibat terlalu berfokus pada kekurangan, karena senantiasa menyadari bahwa dirinya memiliki kekuatan, sehingga dapat menjalani hidup dengan lebih optimistis. Kesadaran ini sejalan dengan iman bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk yang “sungguh amat baik” (bdk. Kej. 1:31).

Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk yang “sungguh amat baik”.
bdk. Kej. 1:31
05Landasan Universitas Katolik

Sebagai kegiatan sebuah Universitas Katolik, LDPKM juga berpijak pada Konstitusi Apostolik Ex Corde Ecclesiae (Paus Yohanes Paulus II, 1990). Dokumen ini menegaskan tugas luhur Universitas Katolik untuk menyatukan pencarian kebenaran dengan keyakinan bahwa Allah adalah sumber segala kebenaran (ECE, 1), serta empat ciri hakikinya: inspirasi Kristiani yang dihidupi baik oleh pribadi maupun komunitas universitas, refleksi terus-menerus atas pengetahuan manusia dalam terang iman, kesetiaan pada pesan Kristiani sebagaimana diajarkan Gereja, dan komitmen institusional untuk melayani umat Allah dan keluarga manusia (ECE, 13). Bersama Ensiklik Laudato Si’ dan Magnifica Humanitas, landasan ini dihidupi dalam praktik baik pada tiga level: level pribadi melalui doa, refleksi, dan makan berkesadaran; level akademik melalui kejujuran dan integritas dalam belajar tanpa bergantung pada jawaban instan; serta level komunitas kampus melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sebagai rumah bersama.

Level Pribadi
Doa, refleksi, dan makan berkesadaran
Level Akademik
Kejujuran dan integritas dalam belajar tanpa bergantung pada jawaban instan
Level Komunitas
Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sebagai rumah bersama

Tentang Kegiatan

Informasi Lain

LDPKM adalah salah satu persyaratan untuk dapat dinyatakan lulus sarjana (S1). Mahasiswa Wajib mengumpulkan poin SPAMA bidang Keatmajayaan dengan total nilai 25 satuan aktivitas (SA).

Pengembangan Kepribadian yang Utuh

LDPKM merupakan salah satu sarana untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menyusun langkah awal kehidupan di perguruan tinggi. Pendidikan bukan hanya mengolah akademis tapi juga pengembangan kepribadian untuk menjadi pribadi yang dewasa secara utuh dan komprehensif. Kedewasaan ditandai dengan pengenalan diri sendiri dan tumbuhnya harapan pengembangan diri dalam setiap aspek hidup untuk dapat memproyeksikan tujuan di masa depan. Proses ini dimulai dari rasa syukur atas keadaan sekarang yang menumbuhkan rasa bangga untuk memperjuangkan nilai-nilai, khususnya di UAJY, yaitu unggul, humanis, inklusif, dan berintegritas, serta menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Aspek penting dari proses tersebut adalah menjadi diri sendiri dalam versi yang terbaik dan maksimal, bahkan dalam tindakan yang paling kecil atau sederhana, dengan cinta dan sukacita yang besar. Demi mewujudkan visi dan misi dibutuhkan fondasi kesejahteraan mental dan spiritual yang baik. Untuk itu, LDPKM ini menggunakan pendekatan apresiatif (Appreciative Inquiry/AI).

Pendekatan Apresiatif (AI)

Pendekatan AI ini lebih menekankan pada refleksi pada gambaran diri yang positif. Pendekatan apresiatif ini terinspirasi dari pemikiran David Cooperrider mengenai perlunya menggunakan psikologi positif yang berfokus pada kekuatan diri untuk menciptakan kreativitas dan inovasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Melalui pendekatan apresiatif, diharapkan tercipta keterbukaan diri dengan penuh penghargaan untuk saling meneguhkan satu sama lain. Suasana yang seperti itu dapat mendorong mahasiswa untuk dapat meraih prestasi akademis yang unggul, menjadi pribadi humanis dalam lingkungan pergaulan yang luas, peka dan tanggap akan kebutuhan sosial dan global dalam kesadaran ekologis dengan aktif dalam berbagai kegiatan, baik akademik maupun non-akademik.

Poin SPAMA

Bidang Kegiatan Keatmajayaan

15SA
PKKMB
PKKMB Fakultas, Jogja Istimewa, PKKMB Universitas, UKMK Fair
10SA
LDPKM
Kegiatan wajib di semester 1
25SA
Total Wajib
Syarat kelulusan sarjana (S1)
PKKMB 15 SALDPKM 10 SA

Kerangka Kegiatan

Tema, Nilai, Tujuan, dan Sasaran

Pilih salah satu untuk membuka rinciannya.

Tema · 3 poinTema KegiatanPengenalan diri · Interconnectedness · Pribadi utuh
1Pengenalan diri (gambaran diri positif);
2Interconnectedness: berjalan bersama (saling keterhubungan, semangat sinodal) antara aku, alam semesta, dan Allah;
3Menjadi pribadi yang utuh dan seimbang: tangguh, peduli, dan berprestasi.
Nilai · 3 poinNilai yang DitekankanKeatmajayaan · Menghargai Liyan · Kesederhanaan
1Keatmajayaan: unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas;
2Menghargai diri sendiri dan “Liyan” (semesta dan sesama/Laudato Si’): adaptif dan kolaboratif;
3Kesederhanaan hidup dan sungguh mampu melaksanakan aktivitas dengan sukacita.
Tujuan · 4 poinTujuan KegiatanPotensi diri · Pribadi utuh · Melayani · Kesejahteraan mental
1Mengenali dan mengembangkan potensi diri ke arah dan tujuan hidup (berdasarkan 5D);
2Membantu mahasiswa menjadi pribadi yang utuh dan seimbang;
3Membantu mahasiswa mengembangkan semangat “melayani dalam cahaya kebenaran” (serviens in lumine veritatis);
4Memiliki kesejahteraan mental: pengembangan diri dan pembentukan hubungan yang sehat dengan orang lain.
Sasaran · 6 poinSasaran KegiatanBangga · Komitmen · Arah hidup · Strategi · Tangguh
1Mahasiswa bangga menjadi mahasiswa UAJY;
2Mahasiswa memiliki komitmen untuk berhasil dalam kuliah di UAJY dalam jangka waktu yang tepat;
3Mahasiswa mampu merumuskan arah dan tujuan (goal) hidup;
4Mahasiswa mampu merumuskan strategi untuk sukses dalam studi dan pengembangan diri;
5Mahasiswa menjadi pribadi yang proaktif, adaptif, dan transformatif;
6Mahasiswa mampu mengelola tantangan yang dihadapi untuk menjadi peluang sebagai pribadi yang tangguh dan peduli.
Suasana · 3 poinAtmosfer yang DikembangkanKeterbukaan · Apresiatif · Keberagaman
1Keterbukaan;
2Apresiatif: saling menghargai, meneguhkan, menumbuhkan, dan mengembangkan;
3Menghormati serta mensyukuri keberagaman dan kesalingterhubungan.

Jadwal

Penjadwalan

LDPKM wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, dijadwalkan di semester 1 (tanpa biaya tambahan).

Semester 1Tanpa biaya tambahanWajib

Jadwal Susulan

Penjadwalan Susulan

Jika tidak diikuti, maka ditawarkan LDPKM susulan yang dilaksanakan 2x setahun dengan tambahan biaya kontribusi.

16–17 Oktober2x setahunBiaya kontribusi
Poster LDPKM Susulan, 16-17 Oktober
Pelaksanaan
Dilaksanakan pada 16–17 Oktober.
Peserta
Khusus untuk mahasiswa aktif UAJY angkatan 2025 dan sebelumnya yang belum mengikuti LDPKM.
Biaya
Dilaksanakan dengan tambahan biaya kontribusi.
Informasi lengkap
Silakan simak info lengkap pada poster di Instagram Campus Ministry atau pada pengumuman di situs ini.

Hari Keberangkatan

Teknis Keberangkatan

Ikuti urutan berikut pada hari keberangkatan.

Waktu kumpul
13.00WIB
Titik kumpul & presensi
Area Campus Ministry (ruang kaca), lt. 2 Gd. Slamet Rijadi
Penitipan kendaraan
Lt. Basement Gd. Slamet Rijadi
1
Berkumpul
Peserta berkumpul di area Campus Ministry (ruang kaca) lt. 2 Gd. Slamet Rijadi pukul 13.00 WIB dan sudah membawa perlengkapan (dapat dilihat pada laman Tata Tertib).
2
Presensi
Peserta melakukan presensi di area Campus Ministry (ruang kaca) lt. 2 Gd. Slamet Rijadi.
3
Titip kendaraan
Peserta yang membawa kendaraan menitipkannya di lt. Basement Gd. Slamet Rijadi dan menuliskan nomor plat kendaraan saat presensi.
4
Berangkat bersama
Peserta berangkat bersama-sama menggunakan kendaraan yang disediakan oleh panitia.

Tata Tertib

Tata Tertib Mahasiswa

Buka setiap bagian untuk membaca ketentuannya.

Bagian A · 8 poinWajibKehadiran, pakaian, perlengkapan, dan penyerahan perangkat
1Mengikuti seluruh kegiatan LDPKM dari awal hingga akhir tanpa kecuali dengan baik dan bersungguh-sungguh (berlaku juga untuk dosen pendamping dan asisten).
2Menaati aturan yang berlaku di wisma.
3Membawa foto diri ukuran 3R (gaya formal) untuk ditempel pada co-card, dan memakai co-card (diberi tali agar dapat dikenakan layaknya name tag gantung) untuk semua sesi. Co-card disediakan oleh panitia, sehingga mahasiswa cukup membawa foto diri.
4Berpakaian secara pantas, rapi, sesuai dengan jenis kelamin, dan sopan sebagaimana mahasiswa mengikuti perkuliahan. Ketentuan ini berlaku selama seluruh rangkaian kegiatan LDPKM berlangsung, baik pada sesi materi maupun kegiatan pendukung. Dosen Pendamping dan Asisten berhak menegur mahasiswa yang berpakaian tidak sesuai dengan ketentuan ini.
5Membawa satu stel pakaian olahraga sebagai persiapan untuk kegiatan olahraga.
6Membawa tumbler, alat tulis, dan perlengkapan pribadi termasuk obat-obatan pribadi jika memerlukan (CM UAJY hanya menyiapkan P3K dan obat-obatan yang bersifat umum, contoh: untuk masuk angin, flu, luka ringan, diare, dan anti alergi ringan). Perlengkapan ini membantu mahasiswa menjalani kegiatan dengan nyaman tanpa harus bergantung pada persediaan CM UAJY. Mahasiswa dengan kondisi kesehatan khusus dianjurkan membawa obat pribadi sesuai resep dan menginformasikannya kepada asisten.
7Membawa kartu mahasiswa (KTM) untuk keperluan registrasi.
8Mengumpulkan handphone (HP), tablet/iPad, laptop, rokok, maupun rokok elektrik pada asisten pendamping sebelum acara LDPKM dimulai dan akan dikembalikan pada mahasiswa saat acara LDPKM selesai. Pengecekan barang bawaan dilakukan saat mahasiswa naik bus; rokok maupun rokok elektrik (vape) yang ditemukan ditahan oleh asisten pendamping selama acara berlangsung. Ketentuan ini bertujuan agar mahasiswa dapat berfokus penuh pada proses refleksi dan kegiatan LDPKM tanpa distraksi perangkat elektronik. Barang-barang yang dikumpulkan akan disimpan dengan aman oleh asisten pendamping selama kegiatan berlangsung. Ketentuan bebas HP sejak awal hingga akhir kegiatan ini disampaikan kepada mahasiswa di awal acara sebagai bagian dari upaya menghidupi Ensiklik Magnifica Humanitas, yaitu memberi ruang bagi proses refleksi yang tumbuh dari usaha dan kejujuran pribadi. Apabila mahasiswa memiliki tugas perkuliahan yang bertepatan dengan waktu LDPKM, CM UAJY akan membuatkan surat dispensasi kepada dosen mata kuliah terkait.
Bagian B · 6 poinYang Harus DihindariPakaian terlarang, kunjungan, makanan luar, dan barang berbahaya
1Menggunakan pakaian crop top, hot pants, kaos singlet, sandal jepit, tank top, serta berpenampilan tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, dll., sebagaimana dilarang dalam perkuliahan juga tidak diperkenankan dipakai dalam acara sesi materi LDPKM. Larangan ini sejalan dengan ketentuan berpakaian yang berlaku di lingkungan perkuliahan UAJY. Mahasiswa yang melanggar ketentuan ini akan diminta untuk berganti pakaian sebelum mengikuti sesi.
2Masuk ke dalam kamar teman lain (baik putra maupun putri) serta pindah dan/atau ganti kelompok.
3Memesan makanan atau minuman dari luar wisma. Apabila mahasiswa membutuhkan makanan, misalnya karena alasan sakit, CM UAJY akan berkoordinasi dengan wisma untuk menyediakannya. Apabila mahasiswa membawa makanan, diperkenankan untuk menyantapnya secara bersama-sama saat jam makan atau snack.
4Menerima kunjungan dari orang tua dan/atau kerabat selama pelaksanaan LDPKM. Ketentuan ini ditetapkan agar mahasiswa dapat berfokus penuh pada rangkaian kegiatan tanpa gangguan dari luar. Orang tua atau kerabat yang ingin menghubungi mahasiswa dapat melakukannya melalui dosen pendamping atau asisten.
5Membawa dan/atau mengonsumsi rokok, rokok elektrik, minuman keras (beralkohol), dan NAPZA. Larangan ini berlaku mutlak tanpa pengecualian bagi seluruh peserta, dosen pendamping, maupun asisten. Pelanggaran terhadap larangan ini akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.
6Membawa senjata tajam dan benda berbahaya lainnya.
Bagian C · 3 poinCatatanKonsekuensi pelanggaran, kewenangan dosen, dan sanksi wisma
1Jika mahasiswa melanggar salah satu dari poin-poin di atas, maka konsekuensinya adalah dinyatakan tidak lulus LDPKM. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh pelanggaran, baik yang bersifat ringan maupun berat, sesuai dengan tingkat keseriusannya. Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus wajib mengikuti kembali LDPKM pada kesempatan berikutnya.
2Dosen Pendamping berhak menegur dan menyatakan bahwa mahasiswa tidak lulus LDPKM jika didapati ada pelanggaran terhadap tata tertib. Kewenangan ini diberikan agar tata tertib dapat ditegakkan secara konsisten di lapangan. Dosen Pendamping diharapkan mendokumentasikan pelanggaran yang terjadi sebagai dasar keputusan penilaian.
3Denda atau sanksi atas pelanggaran terhadap aturan wisma dibebankan pada pihak yang bersangkutan (baik mahasiswa, dosen pendamping, maupun asisten). Kebijakan ini berlaku untuk setiap kerusakan atau pelanggaran yang terjadi selama masa penggunaan fasilitas wisma. Pihak yang bersangkutan wajib menyelesaikan denda atau sanksi tersebut sebelum meninggalkan lokasi kegiatan.
Scroll to Top