Dialog Lintas Iman dan Multikultur 2026: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman

Yogyakarta – Dalam rangka menumbuhkan nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta melalui Campus Ministry menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Iman dan Multikultur pada tanggal 18–19 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 46 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi dan angkatan dengan mengunjungi tempat ibadah yang ada di Yogyakarta dan Desa Wisata Brayut.

Mengunjungi Tempat Ibadah dan Berdialog dalam Keberagaman

Pada hari pertama, 18 April 2026, peserta diajak melakukan kunjungan dan dialog ke berbagai tempat ibadah di Yogyakarta, yaitu:

  • Pura Jagatnata
  • Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji
  • GPIB Marga Mulya
  • Vihara Karangdjati
  • Pondok Pesantren Ibnu Sina

Melalui kunjungan ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk mendengarkan penjelasan langsung dari para pengurus maupun pemuka agama mengenai ajaran, nilai-nilai, tradisi, dan praktik keagamaan yang dijalankan oleh masing-masing agama. Dialog yang berlangsung secara terbuka menjadi sarana untuk memperluas wawasan serta menemukan nilai-nilai kemanusiaan di tengah perbedaan. Melalui kegiatan ini, peserta juga diajak untuk menyadari bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun persaudaraan, melainkan sebagai suatu kekayaan yang perlu dirawat bersama.

Belajar Budaya dan Kebersamaan di Desa Wisata Brayut

Setelah rangkaian kunjungan ke berbagai tempat ibadah, peserta melanjutkan kegiatan di Desa Wisata Brayut untuk bermalam dan mengikuti dinamika kelompok.

Sesampainya di Desa Wisata Brayut, peserta diajak mengikuti sholawatan dan kenduri sebagai bentuk pengenalan terhadap tradisi budaya Jawa yang sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Melalui pengalaman ini, peserta diajak memahami bahwa budaya lokal memiliki peran penting dalam membangun dan mempererat relasi dengan masyarakat.

Menghidupi Nilai Kebersamaan Melalui Pengalaman Langsung

Pada hari kedua, Minggu, 19 April 2026, peserta mengikuti berbagai aktivitas khas pedesaan seperti permainan tradisional, menanam padi, dan menangkap ikan di kolam. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan masyarakat desa yang mengedepankan kerja sama, kesederhanaan, dan semangat gotong royong.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan Dialog Lintas Iman dan Multikultur ini, peserta tidak hanya belajar mengenai keberagaman agama dan budaya secara teoritis, tetapi juga mengalaminya secara nyata dalam perjumpaan, dialog, dan kehidupan bersama.

Campus Ministry Universitas Atma Jaya Yogyakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembentukan generasi muda yang semakin terbuka, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan demikian, semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi semboyan, tetapi sungguh dihidupi dalam sikap dan tindakan sehari-hari. (TIMCM)

Scroll to Top