Jumat, 13 Februari, Markus 7:31—37
Pekan Biasa V
Membuka Diri
Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, “Efata!”, artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. (Mrk. 7:34—35).
Dalam Injil hari ini kita menyaksikan sentuhan personal Yesus yang penuh belas kasihan saat Ia menyembuhkan seorang tuli dan gagap. Kata “Efata” yang berarti “Terbukalah” bukan sekadar perintah medis untuk memulihkan fungsi fisik, melainkan sebuah seruan ilahi agar seluruh keberadaan kita terbuka bagi kehadiran Allah. Yesus memulihkan hambatan komunikasi pria tersebut agar ia tidak lagi terisolasi, melainkan mampu menjalin relasi yang utuh dengan sesama
dan pencipta-Nya. Penyembuhan yang dilakukan Yesus mengundang kita untuk melakukan transformasi batiniah dalam keseharian. Membuka “telinga batin” berarti memiliki kepekaan untuk mendengar suara Tuhan di tengah kebisingan dunia, sementara memulihkan “lidah” berarti keberanian untuk mewartakan kebenaran dengan penuh kasih. Kita dipanggil untuk menjadi pembawa kabar baik yang memulihkan harapan bagi sesama, mengubah kegagapan iman kita menjadi kesaksian hidup dan berdampak bagi kemuliaan nama-Nya. Untuk itu diperlukan waktu doa dan hening, membuka diri akan kehendak dan bimbingan-Nya. Hendaknya kita berusaha menyediakan waktu yang lebih lama untuk doa dan refleksi dalam hidup kita. Saat-saat doa amat sangat penting bagi pemahaman diri serta hidup kita sebagai umat beriman, bagi peningkatan hubungan pribadi kita dengan Allah, bagi keterbukaan kita terhadap Roh Allah dan bagi pendalaman kepedulian dalam menjalankan tugas sehari hari.
Refleksi: Sudahkah aku menyediakan waktu lebih lama untuk doa dan refleksi pribadi?
Marilah berdoa: Bapa, bukalah hati kami supaya kami semakin mampu mewartakan kasih dan kebenaran-Mu. Amin.
Pengutusan: Dalam keheningan mendengarkan suara Roh Allah.
Kita mohon rahmat untuk para pengurus Yayasan, para pemangku jabatan di UAJY, para pihak yang mendukung UAJY, para pemerhati, dan para donatur UAJY.
Selamat beraktifitas, Tuhan memberkati #DAM#



