SAPA JIWA CM Edisi 6 Mar 2026

🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Jumat Pekan Prapaskah II, 6 Maret 2026
Matius 21:33—46

Batu Penjuru

Kata Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita”. (Mat. 21:42).

Perumpamaan tentang kebun anggur adalah kisah mengenai tindakan kekerasan yang kejam dan berdarah, sampai menghilangkan nyawa orang! Orang-orang yang tidak bersalah dipukuli dan dianiaya oleh mereka yang berambisi buruk. Darah Yesus yang dicurahkan dari atas kayu salib menjadi bagian dari sejarah sekian banyak darah orang-orang tak bersalah dari abad ke abad. Dalam dunia yang semakin canggih ini, semakin banyak pula korban-korban tak bersalah. Mereka yang tidak mendapat bagian yang adil dalam distribusi sumber daya alam, menjadi korban eksploitasi lingkungan hidup yang merusak/pencemaran udara, air dan lapisan ozone. Korban ketidak-hati-hatian, keserakahan, ketidak-pekaan dari orang-orang lain. Dalam konteks ini kita dipanggil untuk melanjutkan sebagai batu penjuru, seperti yang sudah diteladankan oleh Yesus dahulu. “… Yesus Kristus telah berbuat demikian, dan dalam ekaristi, kita memperingati persembahan diri-Nya dengan penuh syukur. Dengan penuh syukur, kita memperingati hidup, wafat, dan kebangkitan-Nya. Dalam perayaan ekaristi, kita mengungkapkan keinginan kita untuk mengikuti teladan Yesus, dan karena-Nya ingin mempersembahkan diri kita dalam persembahan kasih terhadap sesama kita. Sebagai umat beriman, dan sebagai pengikut Kristus, kita sudah dibabtis dan mendapat tugas perutusan, mewartakan Kerajaan Allah”

Semoga Allah menguatkan kita untuk melanjutkan misi Yesus, yakni menjadi batu penjuru, mengurbankan diri demi penyelamatan. Semoga Yesus yang telah menjadi korban ketamakan manusia menguatkan kita dalam menjalankan tugas perutusan kita dan menerangi cara pandang kita, untuk tabah apabila menjadi korban dari kelalaian orang lain, dan berupaya untuk tidak menjadikan orang lain menjadi korban demi kepentingan-kepentingan manusiawi kita. Semoga Roh Kudus selalu membimbing kita dalam membiasakan diri untuk mendahulukan orang lain.

Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi. 😇 [DAM]

Scroll to Top