SAPA JIWA CM Edisi 3 Mar 2026

🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Selasa Pekan Prapaskah II, 3 Maret 2026
Matius 23:1—12

Rendah Hati

Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi, karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di Surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpin
mu, yaitu Mesias. Barang siapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Mat 23:8-12)

Dalam kehidupan sehari-hari, ada godaan halus untuk mencari pengakuan. Kita senang apabila dihargai, disebut berjasa, atau dipuji karena pelayanan kita. Tanpa sadar, kita bisa lebih sibuk membangun citra daripada membangun ketulusan hati. Kata-kata dan tindakan bisa tampak benar di luar, tetapi motivasi di dalam belum tentu murni. Dalam Injil Matius 23:1-12, Yesus menegur
ahli Taurat dan orang Farisi yang pandai mengajar tetapi tidak melakukan. Mereka melakukan semuanya supaya dilihat orang dan mencari tempat terhormat.
Yesus menegaskan bahwa yang terbesar adalah dia yang menjadi pelayan, dan barang siapa merendahkan diri, dia akan ditinggikan. Bacaan Injil hari ini mengajak kita pada kesatuan antara kata dan perbuatan, serta pada kerendahan hati sejati di hadapan Allah. Sebagai umat orang beriman, panggilan hidup kita bukan mencari gelar atau penghormatan, melainkan setia melayani dalam kesederhanaan. Hidup kita sebagai umat beriman, menjadi jalan yang kongkret untuk merendahkan diri dan mengutamakan Kristus. Kesaksian hidup kita sebagai umat beriman, menjadi kuat bukan karena jabatan, karena pangkat, atau karena jasa kita; tetapi karena ketulusan dan kerendahan hati.
Kabar Gembira Yesus merupakan asas pokok pedoman hidup kita sebagai umat beriman; dan melalui sakramen inisiasi, kita sebagai umat beriman berjanji ingin mengabdikan diri demi Kerajaan Allah (mewartakan Kerajaan Allah). Semoga kita selalu diteguhkan, dikuatkan dalam menjalankan tugas pelayanan, sehingga kita sungguh-sungguh lahir dari kerendahan hati bukan dari keinginan untuk dihargai. Semoga Tuhan Yesus Kristus yang rendah hati, selalu membimbing kita, agar kita selalu setia melakukan Sabda-Allah dan melayani dengan tulus tanpa mencari pujian. Semoga hari ini, kita melakukan satu pelayanan tersembunyi dengan sukacita tanpa menceritakannya kepada siapa pun.

Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi. 😇 [DAM]

Scroll to Top