🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Kamis Pekan Biasa X, 11 Juni 2026
PW. St. Barnabas, Rasul
Kisah Para Rasul 11:21b-26;13:1-3 | Matius 10:7-13
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang-orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula! Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya; jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.”
Hati yang Damai Membawa Damai
Dalam Injil hari ini, Yesus mengutus para rasul untuk mewartakan Kerajaan Surga dengan kata-kata yang sederhana penuh kuasa: “Kerajaan Surga sudah dekat.” Pewartaan itu tidak berhenti pada kata-kata. Para murid juga dipanggil untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan harapan, dan membawa damai ke rumah-rumah yang mereka kunjungi. Karena itu Yesus berpesan, “Kalau kamu masuk ke suatu rumah, berilah salam kepada mereka.” Salam yang dimaksud Yesus bukan sekadar sapaan sopan dan basa basi, melainkan anugerah damai yang berasal dari Allah. Damai yang dibawa para murid tidak dapat dipisahkan dari keadaan hati mereka sendiri. Seseorang tidak mungkin menjadi pembawa damai jika hatinya dipenuhi kemarahan, kebencian, kekecewaan, dendam, iri hati, atau ketidakmauan untuk mengampuni. Inilah yang diajarkan Yesus ketika Ia memperdalam makna hukum Allah, yaitu ibadah yang sejati dimulai dari hati yang diperdamaikan. Sebelum membawa damai kepada orang lain, kita terlebih dahulu dipanggil untuk membiarkan Allah memulihkan hati kita.
Peringatan Santo Barnabas hari ini membantu kita memahami panggilan ini. Meskipun bukan termasuk 12 Rasul yang pertama, Barnabas dikenal sebagai pribadi yang penuh iman, kebaikan, dan Roh Kudus. Namanya berarti “anak penghiburan.” Ketika banyak orang masih meragukan pertobatan Saulus, Barnabas berani menerimanya dan memperkenalkannya kepada para rasul. Ia menjadi jembatan yang mempertemukan, bukan tembok yang memisahkan. Ia menghadirkan damai dan kepercayaan di tengah kecurigaan dan ketakutan. Dunia kita saat ini sangat membutuhkan pribadi-pribadi seperti Barnabas. Di tengah pertengkaran dalam keluarga, polarisasi dalam masyarakat, dan berbagai konflik yang terjadi di banyak tempat, orang sering lebih mudah menyebarkan kemarahan daripada penghiburan, lebih cepat menghakimi daripada memahami. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghadirkan suasana yang berbeda. Kita diutus bukan pertama-tama untuk memenangkan perdebatan, melainkan untuk membawa damai Kristus. Karena itu, marilah kita memeriksa hati kita masing-masing: Apakah tindakan, perkataan, dan pelayanan kita sungguh digerakkan oleh kasih? Apakah kita membawa damai ke dalam lingkungan tempat kita hidup? Ataukah masih ada luka, dendam, dan kepahitan yang menghalangi karya Allah dalam diri kita? Apakah kehadiran saya di rumah, tempat kerja, komunitas, dan lingkungan sekitar membawa damai dan penghiburan bagi orang lain? Seperti Barnabas, kita dipanggil menjadi pembawa penghiburan, pembangun persaudaraan, dan saksi bahwa Kerajaan Allah sungguh sudah dekat.
Tuhan Yesus, Engkau mengutus para murid untuk membawa damai kepada dunia. Bersihkanlah hatiku dari kemarahan, kebencian, dan segala bentuk kepahitan. Melalui teladan Santo Barnabas, ajarlah aku menjadi pembawa penghiburan, pendamai di tengah perpecahan, dan saksi kasih-Mu di mana pun aku berada. Amin.
Selamat beraktivitas 🌿✨ Tuhan mengasihi. 😇 [CA]



