🕊️ Sapa Jiwa CM 🕊️
Kamis, pekan biasa XVII, 30 Juli 2026
Matius 13:47—53
Hidup Dalam Kerajaan Allah
Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. (Mat. 13:47—48). Pasu adalah bejana atau jambangan besar yang biasanya dibuat dari tanah liat untuk tempat air atau wadah cairan.
Setelah mengajarkan berbagai perumpamaan, Yesus bertanya kepada para murid, “Mengertikah kamu semuanya itu?” Pertanyaan ini juga ditujukan kepada kita (umat beriman, sebagai pengikut Kristus). Apakah kita sungguh memahami Sabda Tuhan? Apakah iman hanya menjadi pengetahuan di kepala, atau sudah mengubah cara hidup kita? Pemahaman sejati adalah karunia Roh Kudus. Tuhan tidak hanya ingin kita mengetahui ajaran-Nya, tetapi mengalami dan menghayatinya dalam hidup sehari-hari. Ketika hati terbuka dan rendah hati, Roh Kudus menolong kita melihat makna terdalam dari Sabda Tuhan dan memberi kekuatan untuk melaksanakannya. Hidup dalam Kerajaan Allah berarti membiarkan Injil membentuk seluruh diri kita: pikiran, sikap, relasi, dan pelayanan. Sebagai umat beriman (pengikut Kristus) kita dipanggil untuk menjadi saksi Kerajaan Allah melalui hidup sederhana, persaudaraan, kesetiaan dalam tugas, dan perhatian kepada mereka yang kecil dan membutuhkan (KLMTD = kecil lemah miskin tersingkir difabel). Sabda Tuhan tidak berhenti sebagai renungan pribadi, tetapi diwujudkan dalam karya dan tugas kita masing-masing (di UAJY), misal dalam pendampingan, pembinaan dan pelayanan kasih. “Kabar Gembira Yesus merupakan aturan hidup kita yang paling asasi. Sabda dan teladan-Nya kita jadikan pedoman hidup kita.
Refleksi: Dengan menggambarkan Kerajaan Surga seperti pukat, Yesus mengajak kita bukan hanya untuk mengenal Kerajaan Allah, tetapi sungguh hidup di dalamnya setiap hari, membiarkan hidup kita diubah oleh-Nya sehingga menjadi tanda hadirnya. Kerajaan Allah di tengah dunia (dalam kegiatan rutin sehari-hari). Bagaimana dengan aku (diri kita)?
Ya Tuhan, bukalah hatiku (hati kami) dan pikiran kami agar kami sungguh memahami Sabda-Mu, menghayatinya dengan setia, dan menghadirkan kasih Kerajaan-Mu bagi sesama. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

