Kamis Pekan Prapaskah V, 26 Maret 2026
Yohanes 8:51—59
Hidup oleh Sabda
Yesus berkata, “Barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” – “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh. 8: 51.58).
Sabda ini diucapkan di tengah penolakan, salah paham, bahkan ancaman. Bagi banyak orang pada waktu itu, kata-kata Yesus terdengar berlebihan dan tidak masuk akal. Mereka mengenal Abraham, tokoh besar kaum beriman, tetapi tidak mampu mengenal Yesus sebenarnya. Di sinilah konflik terjadi: antara iman yang hidup dan agama yang hanya bersandar pada identitas dan tradisi. “Kabar gembira Yesus merupakan asas pokok pedoman hidup kita sebagai umat beriman”. Kita sebagai umat beriman, yang sudah dibabtis, dapat dengan mudah jatuh pada kebanggaan rohani: merasa “lebih dekat” dengan Allah karena status sebagai pengikut Kristus, merasa sudah lama menjadi orang katolik, atau sudah merasa banyak terlibat dalam kegiatan di gereja, di lingkungan dst. Namun Yesus tidak berkata, “Barang siapa memiliki identitas umat beriman,” melainkan “Barang siapa menuruti firman-Ku.” Hidup sebagai umat beriman, menjadi katolik, bukan pertama-tama soal siapa kita, melainkan bagaimana kita hidup setia pada Sabda setiap hari. Yesus juga menegaskan, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Ia menyatakan diri sebagai Allah yang hidup, yang hadir kini dan di sini. Bagi seorang umat beriman, hal ini berarti bahwa panggilan kita bukan nostalgia akan panggilan awal, saat dibabtis, dan diterima sebagai anggota gereja, sebagai orang katolik. Kristus hadir sekarang, dan di dalam rutinitas sehari-hari, di dalam ketegangan relasi, di dalam ketaatan dalam menjalankan tugas, dan di dalam kesetiaan menjalankan kehendak Allah, yang sering terasa sunyi.
Semoga kita, sebagai umat beriman, dikuatkan disaat mengalami penolakan terhadap Yesus yang berujung pada usaha untuk melempari Dia dengan batu. Semoga kita semakin dikuatkan dalam menekuni kesetiaan pada sabda-Nya. Semoga Tuhan Yesus Kristus, menguatkan iman kita, untuk mengakarkan hidup kita kepada sabda Allah, sehingga kita bermakna, berbuah, dan tetap setia sampai akhir. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi. 😇 [DAM]



