🩷 Sapa Jiwa CM 🩷
Senin Biasa XII, 22 Juni 2026
2Raj.17: 5-8. 13-15a. 18; Mat.7:1-5
Matius 7:1-5
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
Jadilah Berkat
Hari ini Tuhan Yesus mengajak para murid membangun kehidupan bersama yang lebih baik. Ia mengajarkan dan menghendaki para murid untuk tidak menghakimi dan lebih introspeksi untuk memurnikan jiwa dan diri.
Sikap menghakimi menghalangi kita untuk mengasihi. Pada umumnya menghakimi menyoroti kesalahan seseorang. Ketika kita melihat hanya kesalahan seseorang, kita tidak melihat potensi pertobatannya. Ketika kita sibuk menyoroti “selumbar” kesalahan dalam hidup seseorang, kita kehilangan kesempatan untuk menjadi sahabat yang menguatkan.
Tuhan Yesus mengajarkan dan meminta kita untuk masuk ke ruang batin, berani melihat “balok” – yang tentu lebih besar daripada “selumbar” orang lain – dalam diri kita sendiri. Balok itu bisa berupa kelemahan, keterbatasan, kesalahan, luka batin, dan dosa yang ada pada diri kita.
Janganlah gampang menilai, komen, latah, gibah, gosip, bahkan menghakimi orang lain karena bisa jadi kita sebenarnya lebih parah daripada orang yang kita soroti. Ingatlah bahwa kita semua sedang berada dalam perjalanan yang sama: menuju pemurnian diri dan jiwa di hadapan Tuhan.
Jadilah berkat, dan jangan jadi penghambat! Tuhan memberkati**NW



