Sapa Jiwa CM Edisi 6 Juli 2026

🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Senin pekan biasa XIV, 6 Juli 2026
Matius 9:18—26

Iman

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”… seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat. 9:18.20—21).

Iman menjadi jalan kesembuhan dan kehidupan. Iman perempuan yang telah menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun, mengantarnya kepada kesembuhan. Iman yang sama kepala rumah ibadat yang datang dan memohon belas kasih Yesus mengubah kematian menjadi kehidupan bagi anak perempuannya. Dunia makin bersifat manusiawi, lebih-lebih jika semua itu didasarkan atas penyerahan kita dalam iman kepercayaan dan cintakasih kepada Allah, yang menjadi asal mula dan penyempurnaan yang tertinggi dari segala nilai hidup. Kemanusiaan kita akan makin sempurna, kalau kita mempersatukan diri dengan Kristus; kalau kita mempersatukan diri dalam cintakasih Kristus, yang mengundang kita semua untuk turut serta dalam kehidupan Allah yang hidup, Bapa segala manusia.

Refleksi hari ini: Problem kehidupan dapat menyebabkan seseorang kehilangan iman kepada Allah. Kita lupa bahwa Allah dalam Kristus mampu membawa kita keluar dari permasalahan yang ada, asalkan kita datang memohon dan berserah diri kepada-Nya. Sebagai refleksi diri, sikap iman seperti apa yang harus kita lakukan di tengah persoalan hidup yang menghimpit?
Ya Bapa, tambahkanlah imanku kepada Putra-Mu. Amin.

Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

Scroll to Top