🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Selasa pekan biasa XIV, 7 Juli 2026
Matius 9: 32—38
Setan
Dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya, “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” (Mat 9:32—33).
Matius menggambarkan setan sebagai entitas jahat yang tidak kelihatan. Berciri keji-kejam dan merusak disertai tindakan-tindakannya yang menghancurkan. Seperti kita baca dalam teks, ia menyebabkan seorang tidak bisa bicara, bisu! Lebih luas lagi, Alkitab melukiskan setan sebagai pribadi yang wilayahnya di alam roh yang tidak kasat mata. Setan bukanlah nama, melainkan penjelasan identitas tentang dirinya. Setan artinya lawan, musuh, atau penentang. Disebut setan karena ia memilih haluan hidup yang menentang Allah. Karenanya gerakannya melawan tata keselamatan.23Singkatnya, gaya hidup setan bukan hidup yang Injili, menurut Roh Kristus. Tetapi buah-buah hasil roh ialah cinta kasih, kegembiraan, damai, kesabaran, keramahtamahan, kebaikan hati, kesetiaan, kelembutan hati, kesopanan (Gal 5:22). Tabahkanlah orang yang tawar hati, sokonglah yang lemah. Berlakulah sabar terhadap tiap-tiap orang. Jagalah agar jangan seorang pun membalas yang jahat dengan jahat. Berusahalah selalu untuk mencapai yang baik, bagi setiap orang.…
Refleksi hari ini: Kejahatan-kejahatan manakah yang masih bercokol di dalam kedalaman hatiku?
Ya Allah, utuslah Roh-Mu untuk berkuasa atas diriku, terutama di saat kelemahan-kelemahanku mengundang kuasa jahat menguasaiku. Tambahkanlah iman agar kuat menghadapinya, dengan iman yang teguh. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

