Sapa Jiwa CM Edisi 17 Juli 2026

🩷 Sapa Jiwa CM 🩷

Jumat Biasa XV, 17 Juli 2026
Yes.38:1-6.21-22.7-8; Mat.12:1-8

Matius 12:1-8
Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? […]

Sabat Berkat

Injil hari ini berkisah peristiwa Yesus di hari Sabat. “Sabat” artinya berhenti, perhentian, atau istirahat. Berhenti dari apa? Dari pekerjaan. Namun, tidak sekedar berhenti, Sabat juga berarti waktu suci bagi Allah, saat menyembah-Nya dan mengalami belaskasih-Nya.

Kecenderungan manusia itu bekerja tanpa henti atau dipekerjakan terus-menerus sampai-sampai melupakan Tuhan dan kehilangan rasa syukur. Oleh karena itu dibuatlah aturan hari Sabat, supaya manusia bahkan juga hewan dan tanah yang dipekerjakan/dikerjakan berhenti untuk istirahat. Lebih dari itu, hari Sabat adalah saat suci untuk menyembah Allah, merasakan belaskasih-Nya, dan merayakan syukur atasnya.

Sabat juga mengingatkan akan hari ketujuh saat Tuhan Allah “berhenti” dari pekerjaan-Nya, istirhat dari karya penciptaan-Nya. Namun, istirahat Allah bukan berarti nganggur, melainkan menyucikan seluruh ciptaan-Nya.

Sabat menjadi pengingat bahwa ada waktu untuk berdoa, kembali kepada Allah untuk memuji dan menyembah-Nya. Sabat juga mengajak kita untuk berbuat kasih. Kembali kepada Tuhan tidak hanya melalui doa, tetapi juga melalui tindakan kasih nyata kepada sesama.

Injil hari ini mengajak kita pendengarnya untuk tidak sekedar ikut aturan, tetapi lebih dari itu adalah menghadirkan kasih. Jadikan hari ini kesempatan memberikan kesaksian nyata akan rahmat kasih Allah yang bekerja dalam diri kita.

Semangat pagi. Tuhan memberkati**NW

Scroll to Top