🩷 Sapa Jiwa CM 🩷
Selasa Biasa XV, 14 Juli 2026
Yes.7:1-9; Mat.11:20-24
Matius 11:20-24
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak […]
Dosa Struktural, Dosa Sosial
Yesus mengecam keras kota Khorazim, Betsaida dan Kafernaum. Ini menunjukkan adanya “dosa struktural maupun dosa sosial”. Dosa struktural merupakan dosa sistemik, dosa yang melanda seluruh tatanan masyarakat, sistem yang salah, yang korup, yang tidak adil dan menjadikan banyak orang korban. Misalnya: peraturan/kebijakan/UU yang berpihak pada sekelompok kecil orang dan mengorbankan masyarakat umum; sistem yang tidak adil dan diskriminatif; aturan dan sistem yang melanggengkan tindakan koruptif, dsb. Dosa sosial tidak beda jauh dengan dosa struktural. Dosa sosial adalah dosa massal, dosa-dosa personal yang berjejaring sehingga menguasai seluruh masyarakat. Misalnya: masyarakat yang rasis, menghalalkan tindakan anarkis, masyarakat yang saling melindungi dalam tindakan kejahatan, dsb.
Yang dikecam Yesus bukan masing-masing pribadi, tetapi kota-kota secara keseluruhan. Ini berarti mencakup keseluruhan warganya. Dosa struktural maupun dosa sosial telah merebak di kota-kota itu. Secara khusus disebutkan bahwa mereka tidak bertobat meski telah menyaksikan mukjizat dan kuasa Tuhan. Penduduk kota-kota itu bebal dan keras hati, tidak berubah menjadi lebih baik meski telah mendapatkan kebaikan Tuhan.
Kita pun bisa bernasib sama dengan kota-kota yang dikecam Yesus itu. Kita telah menerima kebaikan Tuhan. Kita mengalami kelancaran, keberhasilan, kesuksesan, perlindungan, kesejahteraan dan kedamaian. Itu semua wujud kebaikan Tuhan kepada kita. Kalau kita kemudian menafikannya, menutup diri, bebal dan keras hati, mengklaim bahwa itu semua adalah semata-mata hasil karya sendiri, kita akan jatuh pada kesombongan, arogansi dan tidak akan ada pertobatan.
Tuhan mengerjakan mukjizat harian kepada kita. Kita telah menikmatinya setiap hari. Maka, jangan tutup mata. Jangan bebal dan keras hati. Bersyukurlah, jadilah baru dan berbuah dengan menjadi berkat bagi semakin banyak orang.
Semangat pagi. Tuhan memberkati!**NW

