🕊️ Sapa Jiwa CM 🕊️
Selasa, pekan biasa XVII, 28 Juli 2026
Matius 13:36—43
Hatiku Rumah Allah
Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” (Mat. 13:36).
Yesus meninggalkan orang banyak lalu masuk ke dalam rumah bersama para murid-Nya. Di tempat yang lebih akrab dan tenang itu, Ia (Yesus) menjelaskan makna perumpamaan tentang lalang diantara gandum. Rumah itu menjadi lambang Gereja, tempat dimana Kristus terus mengajar, menuntun, dan membuka rahasia Kerajaan Allah. Melalui Gereja, Sabda Allah terus diwartakan dan rahmat-Nya tetap mengalir lewat pewartaan, sakramen, dan pelayanan. Kristus sendiri hadir dan berkarya melalui Gereja-Nya. Karena itu, setiap orang beriman dipanggil bukan hanya untuk datang kepada Gereja, tetapi juga untuk hidup sebagai bagian dari “rumah Allah”. Kristus memanggil kita sebagai orang beriman, untuk membaktikan diri kita bagi datangnya Kerajaan Allah, yaitu kerajaan “kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus”. Dalam spiritualitas semangat iman kita sebagai pengikut Kristus, panggilan ini menjadi sangat nyata. Kita sebagai orang beriman dipanggil menjadi “rumah” tempat orang lain dapat mengalami kasih Allah. Melalui sikapnya yang ramah, sederhana, perhatian kepada yang kecil, dan hidup persaudaraan yang tulus. Kita sebagai orang beriman, juga dipanggil menghadirkan Kristus di tengah dunia, terutama melalui karya pendidikan (UAJY), pendampingan, pembinaan dan pelayanan penuh kasih.
Refleksi: Yesus tidak hanya mengundang kita masuk ke rumah-Nya, tetapi juga menjadikan hati kita sebagai tempat tinggal-Nya. Dari dalam hati yang dipenuhi oleh Tuhan itulah kasih, penghiburan, dan harapan dapat mengalir kepada sesama. Ya Tuhan, tinggallah dalam hati kami dan jadikanlah hidup kami rumah rahmat-Mu, agar melalui diri kami, orang lain dapat menemukan kasih dan kehadiran-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

