🕊️ Sapa Jiwa CM 🕊️
Jumat, pekan biasa XVII, 31 Juli 2026
Mat 13 : 54— 57
❖ Pw. St. Ignatius Loyola
Meninggalkan zona nyaman
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia (Yesus) ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mat. 13:54—57).
Ketika Yesus kembali ke kampung halaman setelah memulai pelayanan-Nya di depan umum, Ia (Yesus) tak lagi tampak seperti seorang tukang kayu yang sederhana melainkan sebagai sosok yang memiliki otoritas ilahi. Perubahan ini mengejutkan dan membingungkan banyak orang di kampung tempat asal-Nya. Kampung tempat asal, merupakan tempat orang dilahirkan, menjalani masa kecil dan dibesarkan, tempat yang nyaman membangun kebiasaan bersama yang lain. Tuhan memanggil kita untuk keluar dari zona nyaman dan menjalani kehidupan baru dengan membawa Kristus di dalam diri kita. Hal ini bisa terasa mengejutkan, karena kita mungkin menolak perubahan dan lebih memilih hal-hal yang sudah kita kenal (nyaman). Rahmat sering kali datang secara diam-diam dan membutuhkan iman serta keberanian untuk menerimanya. “…kita diharapkan sanggup bekerja dengan cara bagaimana pun, serta di mana saja kita ditugaskan (mutasi, pindah tugas, pekerjaan lain, pindah di unit lain) – melalui para pemimpin (atasan) kita – menghendaki kita pindah tugas, terutama jika hal ini sangat berlawanan dengan keinginan, kesenangan, kenyamanan, atau penilaian kita sendiri.”
Refleksi: Tuhan memanggil kita, dari yang biasa menjadi yang luar biasa. Siapkah aku (kita) mengizinkan rahmat Tuhan memberanikan diri untuk meninggalkan zona nyaman dan berubah? Tuhan Engkau memanggil aku (kami) untuk keluar dari zona nyaman, meninggalkan hal-hal yang sudah biasa, dan memasuki wilayah yang belum kami kenal. Berikanlah kami keberanian dan keyakinan untuk tidak meragukan kasih karunia-Mu dan rencanaMu bagi ke-hidup-an kami. Jadikanlah kami menjadi wadah kehadiran-Mu di dunia ini. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

