Sapa Jiwa CM Edisi 3 Agustus 2026

🩷 Sapa Jiwa CM 🩷
Senin Biasa XVIII, 3 Agustus 2026
Yer.28:1-17; Mat.14: 22-36

Matius 14:22-36
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut […]

Tenanglah!

Ketika seseorang tiba-tiba tertimpa peristiwa pahit nan hebat, reaksi spontannya pasti cemas, takut, bingung dan panik. Dalam situasi dan kondisi batin seperti itu, orang tersebut bisa gelap hati kemudian bertindak grusa-grusu, salah menilai serta mengambil kesimpulan dan keputusan.

Pengalaman ini sama dengan yang dialami para murid yang dilanda angin sakal di tengah danau pada tengah malam jelang pagi. Mereka cemas, takut, bingung dan panik tidak karuan. Saking panik dan takutnya mereka salah memandang dan mengambil kesimpulan. Tuhan Yesus yang datang mendekati mereka berjalan di atas air dikira hantu. Tetapi, Yesus segera berkata, “Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!”

Dalam perjalanan hidup, setiap dari kita tentu pernah mengalami kejadian yang tidak kita harapkan. Bisa jadi kejadian atau peristiwa itu begitu mengguncangkan kita. Hidup menjadi terasa gelap, nglemprek tak berdaya. Kita tidak bisa menerimanya dengan ikhlas. Reaksi yang muncul adalah takut, panik, stress, marah, meratapi, bahkan mungkin mengutuki. Dalam situasi seperti ini, apa yang sebaiknya dan seharusnya diambil adalah “Tenanglah! Hadirlah di hadapan Tuhan, jangan takut!”

Kekuatan doa adalah tumpuan harapannya. Meskipun ketika doa pun terasa udah mentok, tak didengarkan, tetapi tetaplah berdoa. Lakukan seperti yang Yesus kerjakan: “Setelah berpisah dari mereka, Yesus naik ke bukit untuk berdoa.” Maksudnya apa? Tidak lain adalah memisahkan diri, mengambil waktu hening untuk ada bersama Tuhan. Biarkan Tuhan bekerja sesuai dengan kebebasan dan kehendak-Nya. Tuhan akan melakukan perbuatan terbaik-Nya untuk kita. Ingat kata-kata Tuhan, “Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!”

Semangat pagi. Tuhan memberkati!**NW

Scroll to Top