🩷 Sapa Jiwa CM 🩷
Pesta Transfigurasi – Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Kamis XVIII, 6 Agustus 2026
Dan.7:9-10.13-14; Mat.17:1-9
Matius 17:1-9
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” […]
Tabor untuk Melayani
Yesus menampakkan kemuliaanNya di gunung Tabor, dengan berubah rupa. Peristiwa ini dikenal sebagai transfigurasi. Injil menceritakan, “Yesus berubah rupa di hadapan mereka (para murid), wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang.” Musa, sang pembebas, dan Elia, nabi penjaga dan pembela kemurnian iman Israel, hadir dalam peristiwa itu.
Menyaksikan peristiwa ini, Petrus bereaksi, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia.” Ia ingin tinggal di situ, dalam kemuliaan. Tetapi, kemuliaan bukan untuk ditinggali, didiami, digenggam erat-erat; melainkan untuk dibawa turun melewati lembah dan lorong-lorong terjal.
Saat Petrus mengatakan keinginannya itu, ada suara dari surga menyatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi. Dengarkanlah Dia.” Suara Bapa itu tidak menghendaki mereka untuk berdiam diri dalam “kemuliaan”, tetapi untuk “mendengarkan/mentaati” Yesus Sang Putra yang menempuh jalan salib.
Kita pun mengalami peristiwa kemuliaan “Tabor” dalam bentuk keberhasilan, kesuksesan, kesejahteraan, kehormatan. Semua itu “bekal”, bukan “kemah” untuk didiami, ditinggali, digenggam erat-erat, atau dipamerkan. Melainkan, sarana untuk mengikuti Yesus lebih dekat dengan melayani sesama lebih sungguh, lebih rendah hati, lebih peduli dalam kasih.
Semangat pagi. Tuhan memberkati**NW

