🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Selasa Hari Biasa Pekan V Paskah, 5 Mei 2026
Yohanes 14:27—31a
Damai
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yoh. 14:27—28).
Dalam hidup sehari-hari, hati mudah kehilangan damai. Kesibukan, kesalahpahaman dalam keluarga, komunitas, di masyarakat dan dalam pergumulan pribadi sering membuat batin menjadi gelisah. Kadang kita mencari ketenangan dari luar, tetapi damai itu cepat hilang. Sebagai umat beriman, kita pun dapat mengalami hati yang letih meskipun tetap setia menjalani tugas rutinitas setiap hari. Dalam Injil Yohanes 14:27–31a, Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.” Damai yang diberikan Yesus berbeda dari damai dunia. Damai Kristus lahir dari persatuan dengan Bapa dan dari ketaatan penuh kepada kehendak-Nya. Karena itu Yesus menegaskan agar hati para murid tidak gelisah dan tidak gentar. Bahkan menjelang penderitaan-Nya, Yesus tetap hidup dalam damai karena Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada kasih Bapa. Bagi kita, Injil ini mengajak kita mencari damai bukan dalam situasi yang selalu tenang, tetapi dalam relasi yang mendalam dengan Kristus. Hati yang tinggal dekat dengan Tuhan akan tetap tenang meskipun menghadapi kesulitan. Damai itu kemudian menjadi kesaksian nyata dalam hidup kita sehari-hari: melalui kesabaran, kelembutan, dan kesetiaan dalam tugas harian. Ketika kita hidup dalam damai Kristus, kehadiran kita pun dapat menjadi penghiburan bagi sesama. Membentuk persekutuan bersama sebagai umat beriman berarti tumbuh dalam keselarasan dan kasih sayang, menjadi sungguh dekat seorang dengan yang lain sebagai saudara-saudara Kristus.
Marilah kita mohon berkat Tuhan, agar kita sungguh menerima damai Kristus dalam hati. Semoga Tuhan Yesus Kristus, mencurahkan damai-Nya ke dalam hati kita, agar kita selalu tinggal dalam kasih-Nya dan menjadi pembawa damai bagi sesama. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi. 😇 [DAM]



