🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Rabu Hari Biasa Pekan V Paskah, 6 Mei 2026
Yohanes 15:1—8
Purifikasi
Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yoh. 15: 2).
Dalam Perjanjian Lama, tanaman anggur melambangkan bangsa Israel (Mzm. 80:916). Gambaran pohon anggur dalam mazmur ini negatif. Kalau Israel telah berubah menjadi pokok anggur yang rusak dan liar, sebaliknya, Yesus menegaskan sebagai Israel ideal. Yesus Kristus adalah pokok anggur yang benar (Gal. 6:16). Yesus adalah pembaru. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotongNya. Pemotongan ini mungkin mengisyaratkan murid-murid palsu atau Yudas yang berkhianat. Bisa juga diartikan pembersihan, seperti pada kisah perjamuan malam terakhir, di mana Yesus membersihkan kaki para murid-Nya. Dari pembasuhan inilah kita mendapat pesan perlunya purifikasi, pertobatan terus-menerus. Menderita demi keserupaan dengan Kristus. Salah satu upaya purifikasi adalah lewat doa. Seperti segala sesuatu yang hidup, kehidupan doa pun mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Semakin dewasa kehidupan doa, semakin sedikit kata-kata yang dibutuhkan. Lama-kelamaan doa akan semakin berupa: hanya tinggal dalam kehadiran Allah melalui iman, harapan, dan kasih.
Marilah kita semakin menyediakan diri untuk dibasuh demi makin berkembangnya iman, harapan dan kasih. Semoga sabda Yesus, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu!” Semoga kita semakin dimampukan untuk selalu tinggal dalam kasih-Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi. 😇 [DAM]



