Sapa Jiwa CM Edisi 30 September 2026

🕊️ Sapa Jiwa CM 🕊️

Rabu pekan biasa XXVI, 30 September 2026
Lukas 9:57—62
❖ Pw. S. Hieronimus, Im. PujG.

Menunda Mengikuti Yesus

Yesus berkata kepada seorang lain, “Ikutlah Aku.” (Luk. 9:59a).

Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus memanggil orang-orang untuk mengikuti-Nya. Jawaban yang diberikan tampaknya masuk akal: ada yang ingin terlebih dahulu mengurus ayahnya, ada yang ingin berpamitan dengan keluarganya. Namun Yesus menunjukkan bahwa panggilan untuk mengikuti-Nya tidak boleh terus-menerus ditunda. Mengikuti Yesus berarti mengambil bagian dalam jalan-Nya sendiri: jalan kasih yang rela berkorban, jalan salib, dan penyerahan diri yang utuh. Yesus sendiri berjalan menuju Yerusalem dengan hati yang teguh, tanpa membiarkan kenyamanan, ketakutan, atau gangguan menghalangi misi-Nya. Dengan meneladan Yesus, yang “mengambil rupa seorang hamba, … dan taat sampai mati.”, kesediaan hidup kita sebagai umat beriman, akan berupa kesiapsediaan untuk mendengarkan dan taat kepada kehendak Allah. Hal ini dapat diwujudkan, dalam kesetiaan, ketekunan menjalankan tugas rutinitas sehari hari.

Barangkali kita juga sering berkata kepada Tuhan, “Saya mau mengikuti-Mu, tetapi nanti…”. Nanti kalau keadaan lebih tenang. Nanti kalau tugas sudah selesai. Nanti kalau saya sudah siap. Nanti setelah semuanya beres. Padahal, penundaan kecil yang terus dipelihara dapat perlahan-lahan menjadi jarak yang semakin menjauhkan kita dari Tuhan. Bahkan sesuatu yang baik, seperti kenyamanan, hubungan, tanggung jawab, atau cita-cita, dapat menjadi penghalang, apabila tidak ditempatkan dalam urutan yang benar.

Masihkah ada sesuatu yang membuat jawaban “ya”-ku kepada Tuhan menjadi bersyarat? Mengikuti Yesus tidak berarti meninggalkan kasih dan tanggung jawab kita. Justru ketika Tuhan ditempatkan sebagai yang pertama, segala sesuatu yang lain menemukan tempatnya yang benar.

Tuhan Yesus, Engkau memanggil kami untuk mengikuti-Mu dengan sepenuh hati. Ampunilah kami bila kami sering menunda, mencari alasan, atau membuat penyerahan kami kepada-Mu menjadi bersyarat. Berilah kami keberanian untuk berkata “ya” pada hari ini, bukan nanti, atau besok. Lepaskanlah kami dari keterikatan yang menghalangi kebebasan kami mengikuti-Mu. Amin.

Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

Scroll to Top