🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Jumat pekan biasa XXIX, 23 Oktober 2026
Lukas 12:54—59
Dikuasai Kemunafikan
Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk. 12:56—57).
Tuhan Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kita supaya tidak bersikap munafik, dan dikuasai oleh kemunafikan. Mari kita sadari kehadiran Tuhan dalam pengalaman hidup sehari-hari. Yesus Kristus, yang kita imani, Dia tidak jauh dari kita, Dia senantiasa ada di dekat kita, Dia menyertai dan menuntun kita menuju damai sejahtera. Allah setelah menciptakan alam semesta, tidak tinggal diam. Dia tetap hadir, tetap bekerja, dan menuntun segenap ciptaan-Nya. Kehadiran Tuhan itu harus kita akui, kita sadari dan kita hormati. Kalau kita sampai tidak mengakui, tidak menyadari, dan tidak menghormati, bahkan berusaha menutupi-Nya, dengan membesarkan dan memegahkan diri kita, dengan kesuksesan, merasa berhasil, merasa diri serba bisa, maka kita bersikap munafik, dan keseluruhan hidup kita dikuasai oleh kemunafikan.
Kita hendaknya menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap langkah yang kita ambil. Kita perlu bertanya apa yang hendak dikatakan oleh Tuhan dengan peristiwa yang sedang kita alami saat ini. Jika itu tidak kita lakukan, pengalaman (peristiwa) itu akan hilang begitu saja dan kita tidak akan menemukan makna hidup kita. Sebagai umat beriman, melalui katekese yang kita terima, gereja mengajak kita untuk tidak bersikap munafik, dan dikuasai oleh kemunafikan, khususnya dalam kehidupan doa kita. Contoh: Doa yang jujur menuntut kasih yang jujur terhadap sesama, menuntut kasih dalam tindakan nyata. Iman tanpa perbuatan adalah mati. “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati”. (Yakobus 2:26)
Refleksi hari ini: Sudahkah aku bersikap jujur, mengakui bahwa semua peristiwa hidup yang kita alami merupakan penyelenggaraan ilahi? Ataukah diriku masih merasakan bahwa, semua keberhasilahku adalah karena usahaku sendiri?
Ya Roh Kudus, tuntunlah kami agar selalu mampu dengan rendah hati mengakui dan mensyukuri bahwa hidup kami bukan atas kuasa kami sendiri melainkan atas kuasa Bapa yang Mahakasih yang menuntun kami ke kebahagiaan sejati. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

