🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Senin pekan biasa XXIX, 19 Oktober 2026
Lukas 12:13—21
Harta Kekal
“Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil daripadamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Luk 12:19-21)
Perumpamaan orang kaya yang bodoh mengingatkan kita bahwa harta duniawi tidak menjamin keselamatan. Ia sibuk menimbun hasil panen, tetapi lupa bahwa hidupnya berakhir kapan saja. Kekayaan yang dikumpulkan tanpa memperhatikan Allah dan sesama hanya berakhir sia-sia. Hidup sejati bukanlah soal berapa banyak yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menggunakannya untuk kebaikan. Yesus menegaskan bahwa menjadi “kaya di hadapan Allah” berarti menaruh iman, kasih, dan pelayanan sebagai pusat hidup. Harta rohani berupa kebaikan, kemurahan hati, dan kesetiaan jauh lebih bernilai daripada lumbung penuh gandum. Perikop ini mengajak kita untuk tidak terjebak dalam keserakahan, tetapi membangun kekayaan yang kekal melalui relasi dengan Allah dan kepedulian terhadap sesama. Kita menerima sakramen babtis, diterima sebagai anggota Gereja, sebagai anggota keluarga Allah. Dalam hal ini berarti: kita menggantungkan diri kepada Allah Bapa di Surga. Seperti anak, kita bergantung kepada Orang tua, sebagai anak mendapatkan sesuai dengan kebutuhan nya. Dalam semangat itulah pola hidup kita sebagai pribadi dan sebagai anggota keluarga akan berupa pola hidup ugahari. Orang tua juga memberikan pendidikan kepada kita sebagai anak, untuk memiliki suatu perhatian istimewa terhadap yang miskin dan yang berkekurangan; memberikan sedekah kepada pengemis.
Refleksi hari ini: Bagaimana aku menghayati hidup sebagai anggota keluarga Allah, yang mengantungkan diri pada Allah, Yesus andalanku, di tengah dunia yang sangat konsumtif?
Allah Bapa yang bertahta di surga, terimakasih atas rahmat yang boleh kami terima sepanjang perjalanan hidup kami. Kuatkanlah kami dari godaan untuk memiliki harta kekayaan, harta duniwai. Bimbinglah kami dari hari ke hari untuk semakin bergantung dan mempercayakan hidup kami dalam penyelenggaraan-Mu, seperti yang telah Engkau ajarkan dalam doa Bapakami; berilah kami rejeki secukupnya pada hari ini. Sebab Engkaulah Kristus, Tuhan kami.Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi, memberkati selalu. 😇 [DAM]

