Sapa Jiwa CM Edisi 4 September 2026

🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Jumat Pekan Biasa XXII, 04 Sep 2026
1Korintus 4:1-5 | Lukas 5:33-39

… Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. …

Terbukalah terhadap Hal-Hal yang Dapat Membawa Perubahan

Adalah hal yang manusiawi jika kita merasa ragu dan takut ketika mencoba sesuatu yang baru. Kita biasanya merasa paling nyaman dengan sesuatu yang sudah biasa dan teruji. Karena itulah para ahli Taurat dan orang-orang Farisi merasa tidak nyaman dengan cara hidup para murid Yesus dan tidak dapat menerima ajaran-Nya. Dalam Injil hari ini, orang-orang Farisi dan ahli Taurat mempertanyakan mengapa para murid Yesus tidak berpuasa seperti yang mereka lakukan. Mereka melihat bahwa para murid Yesus bertindak tidak sesuai dengan kebiasaan yang selama ini mereka kenal, sehingga mereka mengeluh kepada Yesus. Bahkan ketika mereka memahami sesuatu, mereka tetap tidak dapat menerimanya karena lebih memilih kehendak dan cara mereka sendiri. Orang yang dikuasai kesombongan sering kali sulit melihat sesuatu yang baik di luar dirinya atau di luar apa yang selama ini diyakininya.


Hari ini kita diajak merenungkan dalam diri kita makna perubahan atau pembaharuan. Kita sering merasa nyaman dengan kebiasaan, cara berpikir, dan pola hidup yang sudah lama kita kenal. Sesuatu yang baru dapat membuat kita gelisah karena menuntut kita keluar dari kenyamanan. Namun, kehidupan bersama Kristus dan sebagai pengikut-Nya, kita dipanggil untuk senantiasa terbuka pada perubahan dan pembaharuan. Masalahnya bukan pada hal-hal lama yang semuanya harus ditinggalkan. Yang perlu diperiksa adalah apakah hati dan pikiran kita masih mampu menerima karya Allah yang baru. Kadang-kadang kita sudah begitu terbiasa dengan cara berpikir, cara berdoa, cara mengambil keputusan, dan bahkan cara memperlakukan sesama, sehingga tanpa sadar iman kita menjadi rutinitas. Kita datang kepada Tuhan, tetapi hati kita tidak lagi sungguh terbuka untuk diubah oleh-Nya.


Hari ini adalah hari Jumat Pertama dimana umat Katolik memiliki kebiasaan untuk melakukan penghormatan khusus kepada Hati Kudus Yesus. Dalam Kebaktian kepada Sakramen Mahakudus untuk menghormati Hati Kudus Yesus, kita kembali diundang kepada Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Di hadapan-Nya, kita diajak untuk berhenti sejenak dan membiarkan Tuhan memeriksa hati kita. Apakah ada kekakuan, kesombongan, luka, atau kebiasaan lama yang membuat kita sulit menerima rahmat-Nya? Semoga di hadapan Sakramen Maha Kudus, pikiran dan hati kita selalu terbuka terhadap hal-hal yang dapat membawa perubahan menjadi lebih baik. Marilah kita juga memohon rahmat kerendahan dan keterbukaan hati untuk dibentuk oleh Tuhan lahi menuju kehidupan yang semakin penuh dalam kasih-Nya.

🌿 Selamat beraktivitas ✨ Tuhan mengasihi 😇 [CA]

Scroll to Top