SAPA JIWA CM Edisi 17 Apr 2026

Jumat masa Paskah, 17 April 2026
Yohanes 6:1—15

Belas Kasih

Kata Yesus, “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” (Yoh. 6:10—12).

Para saudara yang terkasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus, kita sudah biasa mendengar adanya gerakan lima roti dan dua ikan. Gerakan “Berbagi Lima Roti dan Dua Ikan” di Keuskupan Agung Semarang (KAS) secara formal diangkat sebagai tema utama Kongres Ekaristi Keuskupan (KEK) I pada tahun 2008. Gerakan ini mengajak kita untuk memiliki kepedulian kepada mereka yang KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, Difabel). Kita diajak untuk membuka mata akan kebutuhan sesama, terutama kepada mereka yang tergolong KLMTD. Kepekaan melihat penderitaan orang lain, perlu kita tumbuh-kembangkan bagi terciptanya Bonum Commune. Bonum commune (Latin) yang berarti “kebaikan bersama” atau “kepentingan umum”. Ini mengacu pada keseluruhan kondisi sosial—seperti keamanan, keadilan, dan kesejahteraan—yang memungkinkan setiap individu maupun kelompok dalam masyarakat mencapai penyempurnaan diri dan hidup dengan baik. Kebaikan bersama yang ingin kita capai ini merupakan bagian dari misi Gereja. Gereja Keuskupan Agung Semarang mengambil tema Prapaskah 2026, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”. Melalui gerakan ini kita diajak untuk memiliki keutamaan seperti Yesus. Yesus tidak membiarkan mereka yang mengikutinya kelaparan. Sikap belas kasih Yesus inilah yang perlu kita teladani. Yesus tidak hanya berhenti pada rasa belas kasih. Ia mewujudkannya dengan memberi mereka makan. Yesus memberi makan bukan dari kelimpahan. Awalnya hanya 5 roti dan 2 ikan. Namun mujizat-Nya nyata, dari keterbatasan itu, kelimpahan didapat. Bagaimana dengan kita? Memang kita tidak seperti Yesus yang bisa menggandakan roti dan ikan, akan tetapi yang dapat kita lakukan adalah bergantung pada penyelenggaraan Ilahi. Dalam semangat Yesus Kristus, kita ingin memiliki keterbukaan hati dan budi bagi kebutuhan sesama kita, berbagi dengan mereka, dan tidak memperkaya diri dengan mengorbankan mereka (KLMTD).

Semoga kita, semakin dikuatkan untuk selalu peka, peduli akan kebutuhan sesama. Semoga Allah menguatkan kita dalam melakukan aksi nyata kepada sesama, terutama kepada mereka yang KLMTD. Semoga kita semakin dikuatkan, untuk ambil bagian dalam karya Yesus Kristus.
Yesus, telah mengajarkan kepada kita, untuk memiliki sikap belas kasih kepada sesama yang membutuhkan. Kita mohon penyertaan Tuhan, agar kita berani berbagi dari keterbatasan kita. Kita percaya bahwa Allah senantiasa menyertai dan menganugerahi rahmat Penyelenggaraan Ilahi kepada kita dalam menjalankan tugas perutusan kita masing-masing. Amin.
Selamat beraktivitas.🌿✨ Tuhan mengasihi. 😇 [DAM]

Scroll to Top