Sapa Jiwa CM Edisi 6 Oktober 2026

🩷 Sapa Jiwa CM 🩷
Selasa Biasa XXVII, 6 Oktober 2026
Gal.1: 13-24; Luk.10:38-42

Lukas 10:38-42
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Duduk Mendengarkan

Menjelang tamu datang, dapur menjadi semacam medan perang kecil. Orang sibuk, air mendidih, minyak meletup, piring belum cukup. Di saat seperti itu, melihat orang lain duduk santai rasanya seperti diperolok.

Marta merasakan itu. Ia sibuk sekali melayani, mempersiapkan dan mengerjakan ini-itu, sementara Maria duduk tenang di kaki Yesus, mendengarkan. Protes Marta sangat manusiawi: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli? Suruhlah dia membantu aku.”

Menariknya, kemarin Yesus baru saja menutup kisah orang Samaria (Luk.10:25-37) dengan perintah: “Pergilah, dan perbuatlah demikian.” Hari ini seolah Ia berkata sebaliknya: Marta, Marta, hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik. Mana yang benar, bekerja atau duduk?

Dua-duanya. Tetapi ada urutannya. Pelayanan yang tidak berangkat dari mendengarkan lama-lama berubah menjadi kesibukan yang gelisah, penuh hitungan, mudah tersinggung. Persis seperti Marta yang mulai menyalahkan saudaranya, bahkan menyalahkan Yesus.

Paulus dalam bacaan pertama (Gal.1:13-24) bercerita: setelah perjumpaan dengan Kristus, ia tidak langsung berkeliling mengajar. Ia pergi dulu ke tanah Arab. Menepi. Bertahun-tahun. Rasul sebesar itu pun butuh duduk dahulu sebelum berlari.

Kita hidup di zaman yang memuja kesibukan. Yesus tidak menegur kerja keras Marta. Ia menegur hati yang tidak sempat duduk. Bagaimana dengan aku?

Semangat pagi. Tuhan memberkati!** NW

Scroll to Top