🩷 Sapa Jiwa CM 🩷
Kamis Biasa XXVII, 8 Oktober 2026
Gal.3:1-5; Luk.11:5-13
Lukas 11:5-13
[…] Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? […]
Jangan Mager
Jangan mager. Mager adalah malas gerak. Kecenderungan orang adalah mencari nyaman, enak, bermalas-malasan tapi terjamin. Tanpa usaha, tanpa bekerja, tapi ingin semuanya serba ada, tersedia dan tercukupi. Terhadap perilaku ini, ada nasihat mengatakan, “Kesed kuwi bantaling setan” (malas itu alasnya setan).
Yaa… mager itu jalan tol kuasa gelap atau tipu daya setan yang menghancurkan raga maupun jiwa.
Perhatikan! Bagi raga, mager bikin tidak sehat. Karena malas gerak, badan jadi gampang menggembung obesitas. Otot-otot jadi lembek. Tulang-tulang rapuh. Akhirnya penyakit gampang hinggap dan menggerogoti tubuh. Ujung-ujungnya yang dijumpai adalah kebinasaan.
Bagi jiwa, pepatah mengatakan mens sana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa sehat). Karena mager, orang tidak semangat, otak jadi kosong, pikiran tumpul, imajinasi melayang kemana-mana ga jelas, kesepian dan hati hampa. Akhirnya jiwanya gak sehat dan merana.
Tepatlah Yesus bersabda, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Orang harus tetap berusaha, berjuang, tidak mager. Dan, Tuhan akan menyambut jerih upayanya dengan mengaruniakan Roh Kudus.
Semangat pagi. Tuhan memberkati! **NW

