🕊 Sapa Jiwa CM 🕊
Senin Pekan Biasa XXVIII, 12 Oktober 2026
Galatia 4:22-24.26-27.31-5:1 | Lukas 11:29-32
”Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hari” (Mzm 95:8ab)
Tetap Kuat dalam Iman
Di tengah dunia yang dipenuhi gejolak, penderitaan, dan ketidakpastian, manusia sering mencari tanda yang meyakinkan sebelum percaya kepada Tuhan. Keinginan daging yang membawa manusia berandai-andai mendapatkan sesuatu yang spektakuler dalam hidup, atau harapan segera mendapatkan jawaban atas doa-doa, atau menuntut perubahan keadaan setelah sungguh-sungguh mengerahkan seluruh daya upaya diri namun lalai menyerahkan diri pada rahmat Tuhan. Injil hari ini mengajak kita menyadari bahwa hal pencarian tanda bukan selalu karena Tuhan tidak memberikan tanda, melainkan karena kita kurang terbuka, kurang peka, dan kurang tanggap untuk mengenali dan menanggapi apa yang Tuhan hadirkan dalam pengalaman hidup harian.
Apakah tanda ini dapat kita kaitkan dengan fenomena validasi dari orang lain? Bisa ya, bisa tidak. Mari belajar dari orang-orang banyak meminta tanda kepada Yesus. Mereka seolah-olah membutuhkan bukti tambahan sebelum bersedia percaya kepada-Nya. Padahal, Yesus jelas-jelas melakukan berbagai macam tindakan baik untuk keselamatan manusia. Kecenderungan manusia dewasa ini umumnya sering membutuhkan pengakuan atau validasi dari orang lain untuk merasa yakin bahwa dirinya benar, berharga, atau berada di jalan yang tepat. Misalnya, kita merasa pelayanan yang kita usahakan berarti jika dipuji, keputusan kita benar jika didukung banyak orang, atau iman kita kuat jika orang lain mengakuinya. Namun ketika tidak mendapat tanggapan positif, kita mulai meragukan diri sendiri, bahkan mempertanyakan panggilan Tuhan. Kita tetap perlu terbuka terhadap nasihat dan koreksi yang baik, tetapi tidak boleh menjadikan penerimaan orang lain sebagai satu-satunya ukuran kebenaran. Ukuran yang benar jika dalam segala hal yang kita usahakan, ada sebuah nilai atau keutamaan hidup yang diperjuangkan.
Hidup dalam kebebasan anak-anak Allah tidaklah mudah. Di tengah dunia yang penuh kritik dan sikap sinis terhadap apapun karena hilangnya rasa percaya pada sesama dan Tuhan, orang beriman terkadang dianggap tidak berdaya atau tidak mampu memberikan jawaban atas penderitaan manusia. Bahkan, kita mungkin merasa kecil ketika berhadapan dengan ketidakadilan dan berbagai persoalan yang tampaknya tidak kunjung berubah. Dalam situasi seperti itu, kita tidak perlu kehilangan iman atau takut mempertahankan kebenaran. Kita dipanggil untuk tetap kuat, bukan dengan kemarahan atau kesombongan, melainkan dengan keberanian, kasih, kelembutan, dan kesetiaan. Iman tidak berarti menutup mata terhadap penderitaan, tetapi mendorong kita untuk hadir dan melakukan sesuatu bagi sesama. Mungkin kita terus meminta Tuhan mengubah dunia, sementara Tuhan sedang mengundang kita untuk menjadi bagian dari perubahan itu. Jangan hanya mencari tanda dari Tuhan; tanggapilah panggilan-Nya. Jangan hanya mengharapkan kebebasan; berdirilah kuat dalam Kristus dan wujudkan iman melalui tindakan nyata.
Bahan refleksi hari ini: Tanda atau teguran apa yang sedang Tuhan hadirkan dalam hidup saya? Apakah saya tetap kuat dalam iman ketika menghadapi keraguan, kritik, atau kesulitan? Bagaimana saya dapat mewujudkan kebebasan anak-anak Allah melalui tindakan kasih dan keberanian hari ini?
🌿Selamat beraktivitas✨Tuhan mengasihi😇 [CA]

